DARI TRADISIONAL SAMPAI MODERN
Oleh Annisa Phieraz P*
Oleh Annisa Phieraz P*
Media belajar siswa di Indonesia berubah seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi pendidikan di Indonesia. Pada masa lalu, siswa Indonesia melakukan pembelajaran konvensional dengan hanya duduk didalam kelas, mendengarkan “ceramah” dari guru. Terkadang sambil terkantuk-kantuk , bosan, dan separuh hati mendengarkan penjelasan dari guru. Semua itu terjadi karena ada masanya siswa tidak fokus dalam mengikuti pelajaran atau menerima ilmu yang baru karena beberapa hal. Misalnya, sedang sakit, ada masalah, atau hal lain. Hal tersebut yang kemudian berubah seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi pendidikan.
Teknologi komunikasi pendidikan memberikan pengaruh yang besar dalam peningkatan mutu pendidikan di Indoesia. Saat ini teknologi komunikasi pendidikan telah merubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran berbasis e-learning. Siswa tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Seorang siswa dapat belajar apa saja, kapan saja, dan dimana saja dengan hanya berhadapan dengan sebuah alat yang disebut dengan komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Selain itu dengan menggunakan alat teleconverence akan lebih meningkatkan keefektifan pembelajaran yang tak terbatas ruang dan waktu.
Pembelajaran berbasis e-learning dibagi menjadi 2 yaitu yang bersifat sinkron dan tidak sinkron. Untuk pembelajaran e-learning yang bersifat sinkron dapat artikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan pada ruang yang berbeda tetapi harus dalam waktu yang sama, contohnya adalah pembelajaran yang menggunakan yahoo massanger, teleconverence, dsb. Sedangkan Untuk pembelajaran e-learning yang bersifat tidak sinkron dapat artikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan pada ruang dan waktu yang berbeda, contohnya adalah pembelajaran yang menggunakan e-mail, dsb.
Walaupun saat ini untuk menggunakan alat –alat tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit, tetapi seiring dengan berjalannya waktu pasti alat-alat tersebut lebih familiar di masyarakat dan akan menurun pula biaya untuk menggunakan alat tersebut. Seiring dengan itu pula akan berkembang pendidika di Indonesia menjadi semakin maju dan merata kepada seluruh masyarakat di Indonesia.
* Jurusan Kurtekdik UNNES Semarang angkatan 2006 (NIM 1102406051)
Teknologi komunikasi pendidikan memberikan pengaruh yang besar dalam peningkatan mutu pendidikan di Indoesia. Saat ini teknologi komunikasi pendidikan telah merubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran berbasis e-learning. Siswa tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Seorang siswa dapat belajar apa saja, kapan saja, dan dimana saja dengan hanya berhadapan dengan sebuah alat yang disebut dengan komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Selain itu dengan menggunakan alat teleconverence akan lebih meningkatkan keefektifan pembelajaran yang tak terbatas ruang dan waktu.
Pembelajaran berbasis e-learning dibagi menjadi 2 yaitu yang bersifat sinkron dan tidak sinkron. Untuk pembelajaran e-learning yang bersifat sinkron dapat artikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan pada ruang yang berbeda tetapi harus dalam waktu yang sama, contohnya adalah pembelajaran yang menggunakan yahoo massanger, teleconverence, dsb. Sedangkan Untuk pembelajaran e-learning yang bersifat tidak sinkron dapat artikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan pada ruang dan waktu yang berbeda, contohnya adalah pembelajaran yang menggunakan e-mail, dsb.
Walaupun saat ini untuk menggunakan alat –alat tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit, tetapi seiring dengan berjalannya waktu pasti alat-alat tersebut lebih familiar di masyarakat dan akan menurun pula biaya untuk menggunakan alat tersebut. Seiring dengan itu pula akan berkembang pendidika di Indonesia menjadi semakin maju dan merata kepada seluruh masyarakat di Indonesia.
* Jurusan Kurtekdik UNNES Semarang angkatan 2006 (NIM 1102406051)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar